Minggu, 17 Januari 2016

Cara Kerja & Teknologi Jaringan 4G

Jaringan 4G (4G network) adalah generasi keempat jaringan nirkabel untuk komunikasi mobile.
Jaringan ini dimaksudkan sebagai solusi jaringan komunikasi yang komprehensif dan aman dengan kecepatan data yang jauh lebih cepat dari generasi sebelumnya.
Standar baru seperti WiMax dan Long Term Evolution (LTE) telah disebut sebagai 4G, meskipun masih terdapat beberapa perdebatan tentang status mereka.

Spesifikasi 4G

Jaringan 4G secara spesifik diarahkan untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi dan kecepatan transfer data yang tinggi pula.
Jaringan ini ditujukan untuk memberikan kualitas penerimaan yang lebih baik, aliran transfer data lebih stabil, serta pertukaran informasi lebih cepat.
International Telecommunication Union (ITU) atau organisasi yang mengawasi standar untuk jaringan nirkabel menyatakan bahwa kemajuan signifikan untuk layanan pesan multimedia, termasuk layanan video, merupakan suatu hal yang harus segera dicapai.
4G mampu memberikan kecepatan transfer data minimal 100 megabit per detik saat pengguna bergerak pada kecepatan tinggi (seperti ketika sedang berada di kereta api), serta sebesar satu gigabit per detik dalam posisi diam. Ponsel dan perangkat mobile pada jaringan 4G juga menggunakan teknologi Internet Protocol (IP) untuk memungkinkan transfer data melalui paket, alih-alih menggunakan metode telepon tradisional.

Kemajuan Menuju 4G

Salah satu implementasi jaringan 4G terdapat pada teknologi WiMax, yang merupakan versi lebih cepat dari transfer data nirkabel melalui jaringan WiFi.
LTE adalah teknologi lain yang berusaha mendapatkan standar 4G meskipun belum cukup memenuhi persyaratan ITU untuk kecepatan data.
Meskipun demikian, WiMax dan LTE telah diberi label sebagai jaringan 4G, meskipun pengakuannya masih memicu sedikit kebingungan dan kontroversi.
Karena kedua metode tersebut menggunakan paket IP dan telah menunjukkan kemajuan dibandingkan standar 3G, ITU akhirnya menyetujui pelabelan mereka sebagai 4G.

Jaringan Awal Sebelum 4G

Jaringan nirkabel pertama, yang dikenal sebagai 1G, diluncurkan pada tahun 1980.
2G kemudian diperkenalkan pada awal 1990-an yang memungkinkan lebih banyak transmisi per saluran komunikasi.
Selanjutnya, peletakan dasar 3G mulai dilakukan pada akhir tahun 1990-an dan mulai diterapkan di sebagian besar dunia di awal abad ke-21.
Sementara jaringan 3G merupakan yang pertama memungkinkan aplikasi multimedia, jaringan 4G menjanjikan membawa teknologi dasar ini ke level berikutnya

Senin, 04 Januari 2016

KIAT MEMBANGUN SEBUAH BISNIS

Dalam membangun bisnis atau usaha diperlukan perencanaan yang matang.  Mulai dari materi, prosedur, goal target dan banyak lagi yang harus benar-benar dipersiapkan sehingga bisnis dapat berjalan dengan baik, benar dan lancar. Selain itu perlu adanya kerja keras agar bisnis yang kita kelola maju sesuai keinginan kita karena untuk membangun suatu usaha bisnis itu tidak mudah.
Dengan adanya pergerakan teknologi yang semakin kencang, bidang IT ini sangat menjanjikan untuk berbisnis. Dan berikut ini, ada beberapa kiat sukses untuk  membangun bisnis dibidang IT, mudah-mudahan bisa membantu Anda untuk bisa menjadi pengusaha IT yang sukses.
  1. Target atau Visi
    Suatu perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang berlari dengan tujuan. Seperti contohnya petinju yang tidak sembarangan saja memukul, tapi tahu targetnya. Dalam berbisnis tentunya kita mengetahui target dan tujuan kita adalah konsumen atau masyarakat. Dan, masyarakat ini pun memiliki golongan yang berbeda-beda mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua. Sehingga, setiap kebutuhan pasti pun berbeda. Maka, sebagai pengusaha, perlu mengetahu kebutuhan apa yang masyarakat butuhkan akhir-akhir ini dan dimasa mendatang sehingga dapat memenuhi setiap kebutuhan tersebut. Demikianlah meninju tepat pada sasaran.
  1. Menyiapkan Mental Yang Kuat
    Seperti yang kita ketahui resiko membuka usaha lebih besar ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan, salah satunya risiko kehilangan seluruh modal yang investasikan. Karena itu kita harus  memerlukan mental yang kuat sebab bisnis kita memiliki kemungkinan untuk sukses besar, namun juga bisa gagal total. Walaupun begitu, keberhasilan tetap ada. Lalu apa saja yang perlu kita perhatikan ?
  • Selektif Jeli melihat peluang di pasar
    Upayakan agar bisa menangkap sekecil apapun peluang yang ada dan gunakan perhitungan yang matang karena sebagai seorang pengusaha, harus cermat serta jeli melihat peluang-peluang di pasar.

  • Cerdik menghadapi kompetitor
    Adanya pesaing adalah hambatan untuk berhasilnya suatu usaha. Karena itu, harus cerdik dalam menghadapai mereka. Cari perbedaan antara produk kita dengan produk mereka sehingga mempunyai nilai lebih (added value) jika dibandingkan dengan mereka. Misalnya, dalam usaha fotocopy kamu memberikan kupon undian pada pelanggan dengan pembayaran di atas Rp 50.000,- yang akan diundi setiap 6 bulan sekali.
  • Menawarkan produk dengan sistem
    Kunci sukses untuk bisnis kamu adalah melalui teknik pemasaran. Sebagai tahap awal mungkin perlu ekstra usaha yakni mungkin dengan melakukan door-to-door menawarkan produk. Selanjutnya baru memasarkan produk dengan sistem imbalan dan seterusnya.
  • Sering melakukan evaluasi
    Lanjutkan perkembangan usaha dengan memantapkannya. Langkah awal dalam menstabilkan usaha adalah dengan melakukan evaluasi. Evaluasi yang dilakukan secara teratur akan mempertahankan dan meningkatkan mutu usaha. Contohnya, kita bisa mencari feed back– dan memberikan penerangan kepada para karyawan setiap 3 bulan sekali.
  • Belajar dari kegagalan
    Setiap usaha tidak akan pernah ada yang lepas dari mengalami kegagalan, karena memang kegagalan berjalan seiringan dengan keberhasilan. Proses ‘Jatuh’ dan ‘Bangun’ yakni masa laris tidak laris adalah sesuatu yang wajar. Asalkan ketika kita jatuh, jangan langsung patah semangat dan kemudian berpikir untuk menutup usaha alias gulung tikar, sebaliknya lakukan evalusi mungkin dengan mencari inspirasi untuk menciptakan produk dan jasa baru yang akan semakin menjadikan usaha kita menarik, membaca kiat sukses para wirausahawan (businessman) dan bagaimana cara mereka melewati masa-masa sulit, mencoba teknik pemasaran yang baru, dan harus terus Belajar.
  • Selalu menjaga hubungan baik
    Berhubung usaha anda sangat besar dipengaruhi oleh konsumen, maka harus bisa menjaga hubungan tetap langgeng dengan mereka degan serius menanggapi saran dari mereka, memberi bingkisan hari raya, sekali-kali memberi diskon atau juga dengan hanya sekedar tersenyum ramah menyapa dan ngobrol dengan mereka.

MASALAH DALAM MEMBANGUN BISNIS DI BIDANG IT

Seperti yang telah diketahui saat membangun sesuatu pasti akan ada halangan atau rintangan. Dalam membangun bisnis IT pun demikian. Dan berikut adalah masalah yang secara umum timbul dalam bisnis IT :
  1. Persaingan yang Ketat dengan Bisnis IT lainnya
Pastinya yang memiliki gagasan dan ide untuk membuka bisnis IT bukan kita saja. Pasti ada orang lain juga yang sedang malah sudah membangun bisnis IT ini. Banyak ide kreatifitas yang akan lahir bahkan sudah lahir menjadi inovasi dan motivasi baru dalam bidang IT. Dan inilah yang harus pengusaha bisnis IT ini kejar. Ide kreatifitas akan menjadi sahabat dan juga menjadi musuh utama.
  1. Penipuan atau Mengabagikan Keamanan
Penipuan Penipuan adalah salah satu masalah pembisnis. Bergerak dibidang IT masalah akan muncul dari media media sosial. Penipuan sering terjadi karena adanya ketidak jelasan atau ketidaktelitiannya pengusaha ataupun pihak oknum.
  1. Kurangnya Kualitas Pekerja
Kurang baiknya kualitas sumber daya manusianya sehingga tidak dapat menuhi kebutuhan pasaran akan mengganggu kemajuannya perusahaan.
  1. Kekurangan Informasi yang Akurat dan Up To Date
Kurangnya ketersediaan informasi yang akan menimbulkan masalah ini. Karena hal ini akan menimbulkan perusahaan tidak dapat mengetahui kebutuhan konsumen atau pasaran.

Sumber :

HAL - HAL PENTING DALAM MEMBANGUN BISNIS IT

Membangun perusahaan kita sendiri sangat menyenangkan. Namun, pasti akan berjalan tidak semenyenangkan seperti yang kita inginkan. Oleh karena itu, kita harus menjadi lebih jeli, spesifik atau detail dalam urusan bisnis ini. Selain yang secara umum kita mengetahui apa saja kiat sukses membangun bisnis yaitu konsumen dan lain sebagainya. Dalam membangun bisnis IT ada yang harus lebih diperhatikan lagi, yaitu :
  1. Mengetahui Pergerakan Teknologi Informasi
Mengapa perlu mengetahui perkembangan teknologi ? Supaya apa yang kita suguhkan uptodate dan semakin menarik. Karena tidak dapat disangkal bahwa semakin kesini, teknologi semakin menggiurkan.
  1. Bangun Passion Perusahaan
LeBlanc mengungkap, startup bisa saja sedang mengalami penurunan atau kenaikan pada pendapatan. Jika seseorang hanya berorientasi pada gaji yang ia peroleh, tanpa memiliki passion atau semangat bekerja di perusahaan, maka ini bisa menjadi penghalang untuk membuat perusahaan menjadi berkembang. Diperlukan kesabaran hingga bertahun-tahun untuk membangun startup yang sukses.
  1. Mengenal Karakter Pegawai
LeBlanc mengungkap salah satu kunci sukses membangun startup, ialah memilih orang yang telah dikenal baik kemampuannya. “Semakin Anda mengetahui keunggulan (anggota tim), semakin dapat diprediksi keberhasilan apa yang Anda coba capai,” tuturnya.
  1. Partner Jangka Panjang
LeBlanc bisa meraup USD10 juta untuk pembiayaan HotLink. HotLink merupakan startup teknologi yang menyederhanakan manajemen IT dan hybrid cloud. Menemukan partner ini tentunya yang memiliki sumber daya untuk membantu meng-cover biaya. Sehingga, Anda tidak perlu membawa investor ‘penyelamat’ saat perusahaan sedang krisis.
  1. Hindari Pekerja Minim Pengalaman
LeBlanc menyarankan agar jangan sampai mempekerjakan karyawan yang belum memiliki akumulasi pengalaman selama beberapa tahun. Sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam membangun kesuksesan perusahaan.
  1. Integrasi Antar Bidang
Menurut LeBlanc, harus diperlukan koordinasi antara bagian dalam tubuh perusahaan startup. Masing-masing harus memiliki peran dan bertanggungjawab terhadap bidang pekerjaannya.
Misalnya, bagian teknik fokus pada urusannya. Sementara, ada bagian yang mengurusi kepekaan terhadap kebutuhan konsumen selama fase pengembangan produk atau jasa. Sehingga, Anda bisa menyimpan lebih banyak waktu serta mencegah stres.
Sumber :